Sabtu, 31 Januari 2015

Berubah untuk lebih baik

Terima kasih teman , sahabat dan keluarga untuk perhatian kalian.  .

Terima kasih atas kejujuran dan keterbukaan kalian yang agar membuat aku lebih baik.  .

Aku sedikit menghilangkan tempramental dan emosi aku agar aku tidak berubah 180 derajat ke orang aku tidak sukai.  .

aku akan mendekatkan mereka mulai hari ini dengan senyuman dan kasih ke semua orang yang tidak menyukaiku termasuk musuhku , mantan yang dulu aku jauhi dan aku mulai bersilahturahmi sama mereka karena itu adalah cara yang dewasa.  . :)

Aku memilih pergi. Karena aku mencintaimu

Aku tak ingin berjuang sendiri
kehabisan darah lalu mati
sementara kau bisa bebas pergi.
Aku ingin bisa memaki
hadirnya ransel penuh bahan makanan
di punggungmu.
Sementara aku harus bertahan
lewat sisa roti yang terasa terlalu keras di mulutmu.
Bolehkah kulempar granat ke hatimu?
Hanya ingin tahu
mungkinkah ia remuk, karena aku?




Dulu, aku pernah percaya bahwa — suatu hari — kita akan bahagia

Dulu aku sempat percaya kita akan bahagia

Aku tahu Sayang, kita begitu berbeda dalam segalanya. Gadismu ini penyendiri, sementara kamu pria yang dengan muda bisa bersosialisasi. Kamu punya banyak kawan di luar sana, sedang aku bertemu orang yang baru dikenal saja sudah panas dingin rasanya.

Tapi kamu membuatku percaya bahwa suatu hari semua perbedaan ini akan menemui muaranya. Kita akan tetap baik-baik saja.
Kubayangkan suatu hari kamu tidak akan keberatan kuajak naik kereta ke Pulau Dewata. Berbekal keril dan makanan kering seadanya. Hari itu kamu tidak takut keringat, tidak khawatir lelah. Walau punggung dan pantat pegal terhajar dudukan yang terlampau lurus, jok yang terlalu tipis. Kita akan tertawa melihat betapa kakunya kakimu terjepit diantara kursi yang sempit.

Dan kamu akan bahagia.
Pada suatu hari lainnya kamu akan mengerti cara bicaraku yang aneh. Bahwa kadang tidak berarti iya ; tidak sakit artinya sakit sekali ; terserah setara dengan dengar mauku. Kita akan berbicara banyak hal yang sama. Menggumamkan lagu yang kita gemari. Sesekali bertukar buku, barangkali.

Dan kamu akan bahagia.
Suatu hari, kita akan duduk berdampingan dengan nyaman. Merasa saling tergenapkan. Tanpa alasan, tanpa banyak usaha. Aku membuatmu cukup, kau menghormatiku sepantasnya. Kita saling menghargai, sebab tak ada alasan masuk akal untuk saling menikam pisau dalam sunyi. Akan ada puisi manis dan pesan singkat spontan yang rawan membuat kita sakit gigi.

Alih-alih tak paham, kamu, kita, akan bahagia.




Kutelan segala omong kosong soal cinta. Kuberikan semua yang aku punya

Pernah kuberikan segala yang aku punya, hanya untukmu

Bersamamu hari perayaan tak lagi jadi hal yang signifikan. Bersamamu aku bahagia, walau harus sering bertengkar memutuskan harus makan di mana. Kamu pernah menjadikanku wanita paling bersyukur sedunia hanya dengan berbagi tawa berdua di beranda kemudian duduk-duduk di depan cafe di stasiun pertama kita ingin berjumpa Disaat aku ingin berangkat kuliah dan kau mengurus pendidikan mu di perancis

Aku menerima kebiasaanmu yang suka menunda mandi sebelum malam. Kuakrabi bulir-bulir keringat di atas lipatan bibirmu, kuseka dengan penuh cinta yang kini menyisakan sembilu. Kuterima protesmu yang jengah melihatku lamban. Kunikmati semburat tangis yang tak terelakkan.

Namamu pernah begitu gigih kutasbihkan. Mengaliri oksigen nafas tersenggal-senggal menuju puncak. Kamu sempat jadi alasanku bertahan di tengah perjalanan yang membuatku hampir mati karena kelelahan.

Menemukan lingkar tubuhmu di ujung perjuangan, di atas kasur empuk — pernah jadi satu-satunya alasan aku tak berhenti berjuang.

Perjalanan keras macam itu membuatku makin mensyukurimu sebagai kenyamanan. Sayangnya kini aku hanya sedang kehilangan pijakan. Kehabisan cara meyakinkan diri sendiri untuk berjalan dan bertahan. Hingga aku habis nafas, setengah pingsan, lalu kehilangan jawaban atas tanda tanya besar,

“Masih pantaskah kamu diperjuangkan?”




Di depan matamu ingin kuteriakkan, “Apa yang kamu cari?” Tak sadarkah dirimu atas kehadiranku di sini?

Aku segelas air putih, sementara kamu terus mencari segelas anggur merah

Bagiku kamu adalah muara kehidupan, poros tengah yang membuat seluruh duniaku berputar. Tapi bagaimana dengan posisiku di matamu?

Bukankah aku hanya satu episode yang kamu nikmati sebaik mungkin, untuk kemudian ditinggalkan saat tulisan “Tamat”; “Fin”; “The End” muncul di hadapan? Bukankah aku hanya persinggahan, yang pada akhirnya juga akan kamu lepaskan?
Mati-matian aku berkorban. Kuberikan semua yang bisa kupersembahkan. Hanya bersamamu aku pernah menjelma jadi wanita yang mau mengerjakan apa saja, selama kau suka. Kau minta aku memasak? Aku belajar sebisanya, meski kuyakin potongan kentangku masih jauh dari sempurna.

Kau minta ku belajar merapikan rumah? Kuiyakan kemauanmu tanpa banyak bicara. Tak hanya sekali-dua kali kau temukan aku menyapu tanpa diminta, menepuk-nepuk bantal dan gulingmu yang sudah terlalu lama tidak dijemur dalam takaran sewajarnya.

Dalam semua tindak kecil itu, tak bisakah kau temukan setitik saja rasa cinta? Aku yang memang tak ada pesona, atau kau yang tak punya hati sebagai manusia?
Kucintai kau sebisanya, kau cintai ku sewajarnya. Dan seperti sudah kuduga sebelumnya, cinta kita punya masa kadaluarsa. Kau memilih dia, yang bisa mendapatkan cintamu tanpa perlu banyak usaha.





Bohong jika kubilang aku baik-baik saja. Merindukanmu adalah bentuk hukuman Tuhan paling menyiksa

Merindukanmu adalah hukuman Tuhan paling menyiksa

Aku tidak baik-baik saja. Di matamu, barangkali kau tetap melihatku kuat dan bahagia. Tapi setiap ujung malam, kugelung selimut agar mampu tidur dalam. Lebih dari sekali kamu menerobos masuk tanpa izin dalam impian, membuatku bangun dengan jantung berdebar kencang dan keringat yang mengocor seperti air keran.

Aku pernah jadi masokis yang suka menyiksa diri sendiri dengan mengunjungi tempat-tempat ke mana kita biasa pergi. Kubayangkan kembali betapa nyamannya jika kamu ada di sisi, mendampingi, meski hanya separuh hati. Kubuka kembali pesan-pesan lawasmu hanya demi sedikit rasa hangat di hati. Aku rela membayar apapun, dengan cara apapun, demi mendapatkannya sekali lagi.

Tapi tahukah kamu apa yang paling menyiksa dari semuanya? Kejatuhanku yang sangat dalam padamu membuatku takut tak bisa lagi jatuh cinta. Kamu sudah mengambil semuanya, padamu sudah kuberikan segalanya — tak ada sekerat pun rasa yang tersisa untuk cinta selanjutnya. Aku mati rasa, hatiku tak bisa lagi membuka.

Dalam titik-titik terlemahku sempat terucap permohonan agar diberikan amnesia. Atau matikan saja aku, tak peduli jika Tuhan mengirimku ke neraka. Merindukanmu adalah bentuk terkejam dari hukuman Tuhan — kemampuanku sebagai manusia sungguh tak seberapa untuk menghadapinya tanpa kesakitan.





Aku memilih pergi bukan karena kau tak lagi kucintai. Kini, izinkan aku mencintaimu dengan caraku sendiri

Izinkan aku mencintaimu dengan caraku sendiri,

Kadang, kita tak bisa memilah lagi. Mana yang pantas bagimu dan bagiku. Mana yang tidak menyakiti. Dimana kita seharusnya berdiri.

Aku, memutuskan. Pergi.
Di mataku, ini bukan soal kepemilikan. Bukan soal kamu menemani siapa makan siang. Bukan juga soal bersama siapa kamu seharian. Semuanya soal keputusan. Ada yang harus berani ambil resiko dan memulai. Dan nampaknya, hatimu terlalu lembut untuk menyakiti. Maka, ijinkan aku mengawali.

Aku punya cara berbeda untuk menyayangimu. Pegang kata-kataku ini. Aku pergi, bukan berarti membenci. Aku cuma mau kamu tahu bagaimana pentingnya aku. Aku cuma mau kamu merasakan dunia tanpa berbagi nafas denganku. Aku ingin memberanikan diri merasakan belantara hidup tanpa lenganmu, melindungiku. Supaya kita sama-sama tahu. Bahagiakah jika kau tak menyandingku? Tangguhkah aku tanpa topanganmu?

Apakah kekitaan yang takut dilepaskan itu, perlu?
Izinkan aku menyayangimu dengan caraku sendiri. Aku tidak akan banyak bertanya kamu sedang apa dan sedang bersama siapa. Tak akan rewel kuminta kau menemaniku makan, atau berjalan-jalan. Akan kubuktikan aku sanggup menghadapi masa berat sendirian. Mencintaimu, berarti menangguhkan diri. Aku ingin jadi wanita yang menguatkan. Bukan membuka lubang kelemahan.

Mencintaimu dengan berbeda, bukan berarti tidak mencintaimu sama sekali. Saat kau butuh teman diskusi, waktuku sudah pasti kau miliki. Aku tak pernah jauh, hanya sedikit menyingkir demi menjaga hati. Perhatianku jelas berjeda, tapi berarti.

Kasih sayangku pendiam, tak perlu diteriakkan lantang. Jika terlalu keras cintaku kusuarakan, justru nanti kau sakit telinga.

Dan bukankah sesuatu yang tenang dan tak lantang biasanya tak kunjung reda?

Je Suis rara ,

Yang meninggalkanmu karena sungguh mencintaimu

Jumat, 23 Januari 2015

Ada apa dengan negaraku ?

Aku memang tidak memahami politik dan undang-undang dan aku hanya mahasiswa dan rakyat biasa.  .

Ada apa dengan polri vs KPK ?

Aneh rasanya jika terbukti bersalah 2010 tapi baru ditahan secara paksa 2015  setelah masalah Budi Gunawan  ??

pak bambang widjojanto kami tau bapak tidak bersalah dan kami disini mengetahui bahwa bapak sedang terdzalimi , Sabar ya pak.  .

ALLAH tidak tidur dan selalu menolong hambanya yang terdzalimi , selalu berdoa dan tawakkal ya Pak.  .

Semoga orang diluar sana yang mendzalimi bapak dibalas oleh ALLAH SWT. amin

Minggu, 18 Januari 2015

Anak yang malang

Yang lagi jadi trending topic di Jakarta.

Rasanya saya ingin peluk anak ini...

Aga atau Rangga, kls 2 SMP Global Islamic School, bunuh diri menggantung di lemari baju kamarnya.
Korban broken home, ayah ibunya berpisah, dan masing-masing sudah menikah lagi.

Ayahnya di Jakarta tapi sudah berkeluarga lagi. Berkali-kali berjanji ketemuan dengan Aga, tapi ditungguin oleh si anak ternyata jarang datang.

Ibunya sejak menikah tinggal di Surabaya dengan keluarga barunya, meninggalkan Aga kecil dengan nenek dan tante-nya.

Anak ini depresi, merasa ayah ibunya nggak mencintainya lagi.

Copas cerita tentang Aga:
Anak ini ternyata sudah merencanakan kematiannya, karena merasa ibu dan ayahnya sudah tidak mencintainya.

Jadi, dia ingin kembali kepada pencipta Nya yang pasti lebih mencintainya.
Dia bahkan sudah memberikan mainan2 kesukaaannya kepada teman-temannya. Pada hari minggu dia trial kekuatan lemari dan memperkuat lemari supaya kuat mengantung tubuhnya.

Sejak minggu dia puasa, supaya ketika ia menggantung diri tidak keluar kotoran. Detail perencanaan ia tulis dalam smartphone-nya. Dan dia melaksanakannya pada hari selasa pagi tgl 13 Januari.

Sebenarnya tanda tanda si anak depresi sudah terlihat, tetapi orang tua, nenek dan tantenya tak menghiraukannya.

5 tahun sebelumnya, ketika orang tuanya bercerai sudah diperingatkan bahwa si anak sangat depresi dan cenderung suicidal.

Bayangkan, untuk menggantung dalam lemari, maka dia harus menekuk kakinya.
Bayangkan, di butuhkan waktu 1 menit sambil nafasnya tercekik dia harus terus menekuk kakinya.
Dibutuhkan konsentrasi dan niat yang kuat luar biasa untuk itu.... karena depresi.

Masya Allah..

****
Aga, adalah contoh anak yang berjiwa kosong, haus kasih sayang orang tuanya. Secara materi berkecukupan, sekolah di sekolah elite, pandai secara intelektual, berkomunikasi dengan ibunya memakai bahasa inggris...

Ternyata.... Nun jauh di lubuk hatinya, ia rindu belaian kasih sayang ayah ibunya. Rindu bercengkerama bersama seluruh keluarganya. Rindu bermain dan bermanja-manja bersama sosok yang telah melahirkannya...

Keluarga, adalah benteng yang tangguh bagi perkembangan jiwa anak-anak kita. Tempat yang paling nyaman untuk pulang.
Seruwet dan sepelik apapun permasalahan yang kita miliki, keluarga tetaplah tempat berteduh yang paling indah bagi jiwa dan hati kita.

Jangan sampai anak-anak kita bernasib seperti Aga.
Jangan lewatkan waktu yang hanya sebentar bersama mereka, karena usia mereka terus bertumbuh...
Jadikan masa kecil-nya bersama kita, menjadi kenangan terindah yang akan terus mereka kenang sepanjang usianya.

Kisah pilu diatas menjadi contoh yang sangat berharga bagi siapapun orangtua, baik keluarga utuh maupun tidak.

Saya yakin kedua orangtua Aga pun sangat tidak menghendaki ini terjadi. Kita yang hanya membaca kisahnya saja berderai-derai air mata, apalagi mereka. Semoga Allah سبحانه وتعالى memberikan hikmah yg terbaik dari peristiwa ini, baik untuk orangtua Aga maupun kita semua yg menyaksikannya.

Semoga kau tenang disana ya Aga sayang, bermain bersama Penciptamu yg senantiasa mencintaimu.

*Dari seorang ibu yang terus berusaha belajar menjadi ibu yang baik buat anak-anaknya..

Kamis, 15 Januari 2015

Renungan 1

dalam keimanan, kesempitan jadi cerita indah | dalam ketaatan, kelapangan itu bahagia nan nyata

dan kemaksiatan hanya berakhir penyesalan | aib yang tak pantas jadi cerita dan ingatan

bila bersatu karena harta, maka kemiskinan yang jadi ujian | namun bila bersama karena taat, Allah yang akan jadi pelindung

bila ketertarikan hanya pada badan, maka dunia dan usia akan mengakhiri | sedang yang bersatu karena iman, kematian tidak memisahkan mereka

menikah itu soalan memberi dan menerima, memahami dan mengerti | mengajak taat, mengawal dari maksiat, beribadah pada Allah

bila sudah karena iman, setiap lafal ayat Al-Qur'an adalah pengikatnya | bila sudah sebab taat, setiap sujud jadi penarik bagi pasangannya

iman membuat cinta tak menyakiti, tidak membahayakan dan menuntut | tapi senantiasa menjaga, melindungi, berkorban dan menentramkan

maka cinta karena iman itu menenangkan | karena Allah yang memberikan izin mencintai

sumber : ustadz felix

Rabu, 14 Januari 2015

renungan

RENUNGAN .....

Wahai sahabatku. . .
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke MASJID.

Betapa banyak orang yg kaya raya tidak sanggup utk mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup, tidak pernah singgah ke sana.

Orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu melkukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitasdi Eropa,Australia ataupun Amerika.

Mampu melangkahkan kaki ke Jepang,cina dan Korea dgn semangat yg membara,namun ke masjid, tetap saja perjalanan yg tidak mampu mereka tempuh, walaupun telah bergelar Dr. Filsafat

Pemuda yg kuat dan bertubuh sehat yg mampu menakluki puncak Gunung Guntur Garut dan Cikuray garut juga Everest pun sering mengeluh ketika diajak ke masjid.

Alasan mereka pun beragam. Ada yg berkata sebentar lagi, ada yg berkata takut dikata alim.
Maka berbahagialah dirimu wahai anakku. Bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid.

Karena Bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yg paling kami banggakan selain daripada perjalananmu ke masjid.

Biar ku beritahu rahasianya kepadamu. Sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan utk menemui Rabmu. Itulah perjalanan yg diajarkan oleh nabi serta perjalanan yg akan membedakanmu dengan orang-orang yg lupa akan Rabnya.

Maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh, demi mengenal Rabbmu

Selasa, 13 Januari 2015

Ini 10 Kejanggalan Peristiwa Charlie Hebdo Versi Jurnalis Independen

 penembakan kantor Charlie Hebdo, Paris hanya sebuah operasi sandiwara atau psy ops, sebagaimana dilansir BSR pada Sabtu (10/1/2015).

Dalam sebuah analisis oleh Jim Stone, seorang jurnalis investigasi independen memaparkan kejanggalan berdasarkan video penyerangan yang terjadi di Paris tersebut sebelum berita para tersangka pelaku penembakan meninggal dunia.

Stone mengajak pembaca untuk memperhatikan adegan bahwa, “Polisi yang ditembak dari jarak dekat tidak mengeluarkan darah walaupun tepat ditembak di kepalanya dan moncong senjata mengeluarkan asap putih.”

Yang menarik adalah respon Pemerintah Perancis setelah sandiwara ini. Mereka dengan mudah melancarkan tema IS, ISIS, Islam setelah disodorkan terlebih dahulu pada media sosial untuk membentuk persepsi masyarakat global.

Berikut 10 kejanggalan dalam kejadian tersebut, ditambah 2 hal yang inkonsisten.

1) 10 orang dikabarkan seharusnya tewas dan lainnya terluka. Namun, di TKP hanya terdapat 2 ambulan saja. Bukankah seharusnya dibutuhkan lebih dari 2 ambuan untuk mengevakuasi korban sebanyak itu?

2) Memang suara tembakan yang terekam nampak seperti suara tembakan sungguhan, tetapi gambar yang ada tidak begitu jelas menampakkan lubang akibat tembakan. Yang terlihat justeru seperti stiker lubang peluru imitasi. Sementara pada adegan lain, salah seorang polisi kelihatan tertawa di sebelah mobil yang tertembak itu. Bukankah seharusnya suasananya mengharukan, saat seseorang ada yang tertembak? Sebagai tambahan, gambar situasi reka penembakan kaca depan pada Google menghasilkan kerusakan begitu besar pada seluruh bagian kaca depan, sementara pada kejadian di Perancis itu hanya menyisakan lubang kecil yang terpusat pada satu titik saja, apakah itu mungkin?

3) Semua orang yang beperan pada kejadian tersebut memiliki gaya rambut French Foreign Legion (Legiun Asing Perancis). Sangat aneh bukan jika supir taksi dan EMT berambut seperti personil militer?

4) Jika para pelaku dikabarkan melarikan diri dan tidak tertangkap, bagaimana mungkin polisi Perancis dapat mengidentifikasi mereka dalam hitungan jam, sementara tidak ada satu pun wajah pelaku yang tertangkap kamera dimanapun? Jika terdapat paspor seperti pada insiden-insiden 911 atau MH17 tentu itu dapat menjelaskan identitas. Namun, tidak ada satupun pelaku yang menyerahkan paspornya. Lantas, darimana polisi mengetahui bahwa pelaku itu beragama Islam, bukannya agen Mossad yang sedang melakukan tugas lapangan? Mengherankan bukan?

5) Tidak ditemukan foto atau cuplikan adegan yang memperlihatkan tetasan darah, bahkan hanya darah palsu dari para polisi atau korban yang katanya ditembak dengan AK-47. Padahal mereka tergeletak selama 10 detik di trotoar sebelum tembakan kedua kali, dan tidak ada darah setelah itu! Sungguh sangat janggal, jika ini kejadian nyata.

6) Target dikatakan adalah sekelompok orang beragama yahudi, siapa yang biasanya menampilkan adegan teror B.S. paling sering? Ini memuakkan.

7) Mengapa jalanan sangat lengang dan tidak ada lalu lintas? Insiden ini seperti sudah disetting. Seolah-olah daerah itu telah disterilisasi sebelum ada kejadian, sehingga “pelaku teror” tahu bahwa area itu aman untuk memerkirkan kendaraannya ddi tengah jalan dan melakukan penembakan di satu titik strategis.

8) Bagaimana para penyerang tahu bahwa hari itu akan ada pertemuan besar antar staff Charlie Hebdon, dimana semua orang penting “tertarget” akan hadir bersamaan? Pembunuhan sekali waktu yang mudah bukan? Apakah ini ada pertolongan NSA atau badan intelijen lain semacamnya?

9) Charlie Hebdon sebelumnya dikabarkan menghadapi masalah keuangan yang serius, mengapa tidak pada saat itu dijadikan momen psy ops? Itu adalah alasan yang bagus untuk menutup kantor Charlie Hebdon, tanpa membuat adegan sedramatis ini?

10) Tidak ada bukti penarikan AK saat terjadi penembakan. Maka dicurigai bahwa senapan AK itu kosong. Lantas kalaupun isi, apakah pelurunya peluru karet? Apapun pelurunya, tidak ada jejak darah di pihak polisi. Padahal sebuah peluru AK telah melesat. Kalaupun polisinya menggunakan rompi anti-peluru, hanya pistol tangan saja yang tidak dapat menembusnya, bukan senapan AK. Ketiadaan penarikan senapan AK, sama saja dengan tembakan kosong.

11) Inkonsistensi ke-11: Semua video itu direkam dari atap gedung. Untuk kejadian yang kurang dari 1 menit, mana ada beberapa orang begitu kompak dan gesit naik ke atas gedung yang berbeda untuk mengabadikan sebuah insiden secepat itu? Lagipula, atap bangunan itu atap biasa, tidak cocok untuk mengambil gambar. Bahkan tak seperti atap sekokoh Starbucks atau semacamnya (yang bisa menopang bobot orang yang mengambil gambar). Jika orang-orang itu sudah ada di atap itu dari sebelumnya, betapa sempurnanya prediksi mereka bahwa disana akan ada sebuah insiden hebat, sehingga mereka dapat merekamnya dari sudut yang sempurna dari awal sampai akhir kejadian. Hanya ada satu jawaban rasional untuk ini. Mereka naik ke atap gedung dengan sengaja, untuk merekam kejadian yang sudah direncanakan sebelumnya. Kalaupun mereka petugas perbaikan atap, betapa hebatnya mereka semua memiliki hanphone dengan kamera seragam untuk merekam kejadian yang terjadi hanya sekitar 15 menit. Sudut pengambilan gambarnya begitu sempurna, begitu pula waktu pengambilan gambar dan posisi kameranya terlalu sempurna dan tidak mungkin dilakukan secara spontan. Bahkan robot android Data dari Star Trek tidak akan mampu naik ke atas atap untuk mengambil gambar dalam waktu secepat itu dan dengan gambar sebagus itu untuk direkam.

12) Inkonsistensi ke-12: satu tersangka pengendara yang melarikan diri saat insiden itu terjadi sedang ada di sekolah. Sementara teman-teman sekolahnya berdiri di depannya. Teman sekelas tersangka penembakan Paris yang berusia 18 tahun, telah melakukan aksi protes dengan mengatakan bahwa temannya tidak bersalah. Ia ada di dalam kelas saat insiden penembakan di Charlie Hebdo terjadi dan menewaskan 12 orang itu. Hamyd Mourad dilaporkan telah menyerahkan diri kepada polisi sekitar pukul 11 malam setelah ia melihat namanya disebutkan di berita. Sementara kawan-kawannya mengatakan bahwa ia memiliki alibi bahwa ia tidak bersalah, karena Hamyd Mourad ada di dalam kelas saat itu. Tapi tentu saja, hal ini tidak ada pengaruhnya, seperti pemboman Boston, saat teman seasrama mengatakan Tsnarev tidak ada di lokasi pengeboman saat insiden terjadi. Sekali nama seseorang dipublikasikan sebagai tersangka, maka dia akan hancur sebagai penjahatnya. Sayang sekali Hamyd Mourad, ia tidak dapat berharap bahwa sistem yahudi ini akan membebaskannya. Ia akan masuk ke Guantanamo.

sumber: intriknews

Senin, 12 Januari 2015

hanya dapat tersenyum


Mungkin ini gambaran nyata.  .



Saat ini keadaan masyarakat di perancis sedang berduka dengan adanya Peristiwa  charlie Hebdo.  .

Mungkin kalian yang mengetahui berita dan kronologi peristiwa ini akan dapat menilai..   .

Yang kalian harus tau bahwa ISLAM melarang keras menyakiti , Melukai , menodai apalagi membunuh walaupun itu atas nama agama atau tuhan.  .

Jika mereka membunuh atau menyakiti tanyakan apa agama mereka jika menjawab islam tidak mungkin, karena dikitab suci AL-Quran dan ALLAH  yang menurunkan bahwa manusia mukmin dan muslimin dilarang menyakiti siapapun .  .


Damaikanlah bumi ini seperti air hujan yang mendamaikan bumi dan menyejukkan alam ini.  .

luc Besson #2 indonesien

Surat yang indah sekali dari Luc Besson, seorang sutradara Prancis dari film-film laris (Joan of Arc, Taken, Taxi, dll), untuk saudara2 muslim:

Saudaraku,

Saudaraku, andai kau tahu betapa sedihnya aku untukmu, agamamu yang indah dinodai, dipermalukan

Kekuatanmu, tenagamu, rasa persaudaraanmu, suasana hatimu luluh lantak. Ini tidak adil dan bersama-sama kita akan memperbaiki ketidakadilan ini. Jutaan dari kami masih menyayangimu dan akan membantumu. Mulailah dengan permulaan. Masyarakat seperti apa yang kami usulkan padamu?

Masyarakat berdasarkan uang, keuntungan, perbedaan, ras? Di beberapa pinggiran kota, pengangguran berusia di bawah 25 tahun mencapai 50%. Kami memecah-belah kalian berdasarkan warna kulitmu atau nama depanmu. Kami melakukan pemeriksaan patroli terhadapmu setiap sepuluh kali sehari, kami menyesakkanmu di balik gedung-gedung hunian yang kumuh, dan tidak ada yang mewakili suaramu. Siapa yang bisa bertahan hidup dan bersenang hati dalam keadaan begini? Dengan seorang anak atau hewan piaraan menjadi tanggunganmu, tanpa makanan dan tanpa belas kasih selama berbulan-bulan, membuatmu terpaksa menghabisi nyawa siapa pun itu.

Kami mengutamakan keuntungan di atas segala-galanya. Kami menebang dan menjual kayu lalu tiba-tiba kami terkejut kami sudah tidak punya buah untuk dimakan. Di situlah masalah sebenarnya, dan tugas kita semua untuk mengatasinya.

Aku memanggil para penguasa, para bos besar, para pemimpin. Bantulah masa muda ini, yang dipermalukan, dilumpuhkan, yang hanya meminta untuk menjadi bagian dari masyarakat. Perekonomian adalah untuk umat dan bukan sebaliknya. Menghasilkan sesuatu yang bermanfaat adalah keuntungan yang paling indah. Wahai para penguasa, apakah kalian punya anak? Apakah kalian menyayangi anak-anak kalian? Apa yang ingin kalian tinggalkan pada anak-anak kalian? Uang? Mengapa tidak sebuah dunia yang lebih baik? Dunia yang menjadikan anak-anak bangga terhadap orangtuanya.

Kebahagiaan tidak dapat dibangun di atas penderitaan orang lain. Bukan penderitaan kaum Nasrani, Yahudi, maupun Muslim. Adalah hal yang egois, menjadikan masyarakat dan planet kita suatu kegagalan semata. Inilah tugas yang harus kita lakukan sekarang untuk memberikan penghormatan pada mereka yang telah mati.

Dan kau, saudaraku, kau juga punya tugas. Bagaimana mengubah masyarakat yang kami usulkan padamu? Dengan bekerja, belajar, dan mengangkat sebatang pinsil ketimbang memanggul sepucuk kalashnikov. Demokrasi memberikan makna karena menawarkan padamu cara yang mulia untuk membela kehormatanmu. Ubahlah nasibmu dengan tanganmu, gapailah kekuatanmu.

Untuk membeli kalashnikov kau perlu mengeluarkan 250 Euros, namun cukup 3 Euros saja untuk membeli pena, dan tulisanmu akan memberikan pengaruh lebih besar yang seribu kali lebih kuat dampaknya.

Gapailah kekuatan dan manfaatkan aturan yang ada. Gapailah kekuatan secara adil dan demokratis, bantulah sesama saudaramu. Terorisme tidak akan pernah menang. Sejarah akan membuktikannya. Dan gambaran yang indah akan seorang syuhada akan lebih mengena. Hari ini ada seribu lagi Cabu dan Wollinski yang baru lahir. Gapailah kekuatan, dan jangan biarkan siapa pun menghalangi langkahmu. Ketahuilah dua bersaudara yang telah menumpahkan darah itu bukanlah saudaramu, dan kami semua tahu itu.

Dua bersaudara yang memiliki jiwa yang kerdil, diremehkan oleh masyarakat dan dimanfaatkan oleh pengkhotbah yang berjualan tentang keabadian ... Para pengkhotbah radikal yang mementingkan urusan mereka sendiri dan mempermainkan nasibmu tidak punya itikad yang baik. Mereka memanfaatkan agama untuk kepentingan mereka sendiri. Demi bisnis mereka sendiri, demi keuntungan sendiri. Esok, saudaraku, kita akan lebih kuat, lebih erat, lebih solid. Aku berjanji.

Tapi, hari ini, Saudaraku, aku menangis bersamamu.

Luc Besson

luc besson #francais 1

Mon Frère,

Mon frère, si tu savais combien j’ai mal pour toi aujourd’hui, toi et ta belle religion ainsi souillée, humiliée, montrée du doigt. Oubliés ta force, ton énergie, ton humour, ton cœur, ta fraternité. C’est injuste et l’on va ensemble réparer cette injustice. On est des millions à t’aimer et on va tous t’aider. Commençons par le commencement. Quelle est la société que l’on te propose ?

Basée sur l’argent, le profit, la ségrégation, le racisme. Dans certaines banlieues, le chômage des moins de 25 ans atteint 50%. On t’écarte pour ta couleur ou ton prénom. On te contrôle dix fois par jour, on t’entasse dans des barres d’immeubles et personne ne te représente. Qui peut vivre et s’épanouir dans de telles conditions ? Attachez un enfant ou un animal, sans nourriture et sans affection pendant des mois, il finira par tuer n’importe qui.

On fait passer le profit avant toute chose. On coupe et vend le bois du pommier et après on s’étonne de ne plus avoir de fruit. Le vrai problème est là, et c’est à nous tous de le résoudre.

J’en appelle aux puissants, aux grands patrons, à tous les dirigeants. Aidez cette jeunesse, humiliée, atrophiée qui ne demande qu’à faire partie de la société. L’économie est au service de l’homme et non pas l’inverse. Faire du bien est le plus beau des profits. Chers puissants, vous avez des enfants ? Vous les aimez ? Que voulez-vous leur laisser ? Du pognon ? Pourquoi pas un monde plus juste ? C’est ce qui rendrait vos enfants les plus fiers de vous.

On ne peut pas construire son bonheur sur le malheur des autres. Ce n’est ni chrétien, ni juif, ni musulman. C’est juste égoïste, et ça entraîne notre société et notre planète droit dans le mur. Voilà le travail que nous avons à faire dès aujourd’hui pour honorer nos morts.

Et toi mon frère, tu as aussi du boulot. Comment changer cette société qu’on te propose ? En bossant, en étudiant, en prenant un crayon plutôt qu’une kalach’. La démocratie a ça de bien qu’elle t’offre des outils nobles pour te défendre. Prends ton destin en main, prends le pouvoir.

Ça coûte 250 euros pour t’acheter une kalachnikov mais c’est à peine 3 euros pour t’acheter un stylo, et ta réponse peut avoir mille fois plus d’impact.

Prends le pouvoir et joue avec les règles. Prends le pouvoir démocratiquement, aide tous tes frères. Le terrorisme ne gagnera jamais. L’histoire est là pour le prouver. Et la belle image du martyr marche dans les deux sens. Aujourd’hui il y a mille Cabu et mille Wolinski qui viennent de naître. Prends le pouvoir, et ne laisse personne prendre le pouvoir sur toi. Sache que ces deux frères sanglants d’aujourd’hui ne sont pas les tiens, et nous le savons tous.

Ce n’étaient tout au plus que deux faibles d’esprit, abandonnés par la société puis abusés par un prédicateur qui leur a vendu l’éternité… Les prédicateurs radicaux qui font leur business et jouent de ton malheur n’ont aucune bonne intention. Ils se servent de ta religion à leur seul avantage. C’est leur business, leur petite entreprise. Demain, mon frère, nous serons plus forts, plus liés, plus solidaires. Je te le promets.

Mais aujourd’hui, mon frère, je pleure avec toi.

Luc Besson

Minggu, 11 Januari 2015

Titipan doa dari hujan

Hujan pada pagi hari ini yang membasahi bumi.  .

Aku memandang hujan yang begitu sangat banyak dari balik jendela kamarku.  .

Sendiri , sunyi dan damai saat ini aku rasakan tapi entah kenapa ada secuil hatiku yang merasa sedih dan gelisah.  Ada apa ini tuhan ?

jangan engkau berikan aku hati yang terluka disaat keadaan yang damai ini.  .
Air mataku tiba-tiba jatuh dari kelopak mataku entah apa sebabnya dan aku tidak tau sebabnya.  .

Tuhan berikanlah aku hati yng damai dan tenang serta selalu bersyukur kepadamu. .


Tuhan pertemukan aku dengan jodohku , agar aku bisa berlindung dan bersandar padanya.  .dan mengatakan komitmen terbaik kedepannya.

Tapi tuhan terima kasih sudah memberikan aku mamah yang berhati suci dan tulus karena sampai saat ini ialah orang yang selalu menjadi sandaranku dan melindungiku terutama selalu buat aku tersenyum Disaat cobaan atau hatiku terluka.  .

Jaga ia ya allah.  .
Aku titipkan doa di turunnya hujan pada pagi hari ini agar engkau memberikan kesejukan dihatiku seperti hujan yang memberikan kesejukan pada bumi dan isinya . Amin

Jumat, 09 Januari 2015

hati yang semu

SEMU

entah aku bingung akan perasaan dan hatiku , terkadang aku merasa sedih tapi sering terasa senang tanpa ada penyebabnya semua itu.

malam ini kenapa aku memikirkan ia yang tak mungkin memikirkanku.
sering kali aku berpikir, tidak ada pemberi harapan palsu tapi kita yang terlalu berharap :))

aku mencoba untuk sembunyi tapi aku tidak bisa menyembunyikan ia dari pikiranku. .

haruskah melupakannya atau harus menjauh darinya ??

jika memang ia harus !!
aku berdoa pada tuhan , kembalikanlah hati dan pikiranku sebelum mengenal dia. amin

Kamis, 08 Januari 2015

Mengkhianati Nabi tanpa sadar

Tragedi Paris: Mengkhianati Nabi tanpa sadar

Tulisan ini khususnya untuk warga muslim Indonesia di Eropa. Dunia berduka, atas tragedi penembakan di Charlie Hebdo, distrik 11, di sebuah kantor majalah satire yang sering memuat karton cemoohan terhadap nabi Muhammad. Tapi yang paling berduka atas tragedi ini adalah muslim di Eropa.

Puluhan tahun, da’i, ilmuwan, sastrawan, seniman muslim berusaha menampilkan wajah rahmatan lil ‘alamin Islam, mulai dari kesantunan, intelektualitas, produktivitas, dan keterbukaan mengajarkan Islam dengan semua cara yang elegan. Ia bukan tugas ringan, apalagi di Perancis, dimana Islamophobia sangat kental, tidak seperti di Inggeris yang ramah.

Sekularisme di Perancis adalah yang paling parah [laicité] dan lebih dirasakan dalam bentuk islamofobia. Namun, selama 3 tahun tinggal disana islamofobia itu mulai saya rasakan berkurang. Sekolah-sekolah SD hingga SMA muslim mulai bermunculan dan terbukti meraih banyak prestasi dan menunjukan kepada warga asli Perancis bahwa anak-anak muslim tidak berbeda dengan semua anak kulit putih eropa dalam kemampuan pendidikan. Universitas dan lembaga-lembaga kajian muslim bermunculan dan memjawab kebutuhan masyarakat muslim dan Perancis. Even-event akbar diadakan, seperti Rencontre annuelle des musulmans de France dan sangat terbuka mengundang non-muslim berpartispasi sehingga warga asli Perancis mulai merasakan kehangatan kehadiran muslim yang jauh berbeda dengan stigma yang mereka punya sebelumnya.

Usaha puluhan itu terancam lenyap hanya oleh aksi orang yang merasa sedang membela nabinya, dengan menyerang kantor majalah tersebut dan membunuh 12 orang. Padahal dampak kejahatan ini sangat signifikan.

Saya memprediksi fenomena islamofobia itu akan kembali bangkit di seluruh Perancis. Dan dampaknya akan sangat terasa khususnya oleh muslimah dan oleh anak-anak muslim. Ruang gerak mereka akan lebih sempit kedepan, seperti dipersulit, dicemooh, dilecehkan, dll. Apalagi beberapa media-media mainstream memanfaatkan isu ini seperti menyoroti dengan sengaja kaitan ‘membela nabi dan pembunuhan’.


Tapi tragedi itu telah terjadi, dan ulama-ulama muslim Eropa berusaha turun tangan menghadirkan semua kemampuan intelektualitas dan reputasi mereka untuk meyakinkan dunia bahwa tragedi ini mengkhinati ajaran nabi kami dan Islam mengutuk kejahatan ini. Tariq Ramadhan, Professor Teologi Universitas Oxford, cucu Hasan al-Banna adalah yang paling vokal, dibantu oleh sederet ulama-ulama besar dari majelis fatwa Eropa, dan L'Union des Organisations Islamiques de France.

Namun sayang, di tanah air, beberapa situs seakan tidak mengerti situasi ini. Beberapa artiketl saya lihat menuliskan ‘alhamdulillah serangan di Charlie hebdo tepat sasaran’. Atau mempertanyakan kenapa kita bergerak saat nabi dihina?

Saya berbaik sangka bahwa mereka menulis dengan motiv membela nabi, namun saya katakan bahwa itu salah kaprah. Setelah tragedi ini, yang perlu dilakukan muslim seluruh dunia ada dua. Pertama mengutuk kejahatan ini dan menjelaskan bahwa Islam menentang kekerasan, bukan bersyukur. Kedua, bekerja lebih keras menampilkan produktivitas sebagai seorang muslim sehingga tercermin konsep rahmatan lil ‘alamin nya.

Mungkin anda menjawab, ‘para penghina nabi itu layak mati’. Atau mungkin anda memuji penembakan ini dengan mencari-cari dalil dari buku klasik seperti ‘Saiful Maslul ‘ala syatimirrasul’ yang artinya ‘pedang terhunus untuk penghina rasul’ karya Ibnu Taimiyyah. Saya sudah membacanya dalam bahasa aslinya maka saya katakan anda salah kaprah jika menafsirkan buku itu untuk membenarkan tragedi ini. Jika anda membenarkan tragedi ini dengan mengatakan ‘alhamdulillah’maka anda perlu keluar dari daerah anda dan berangkat ke Eropa untuk melihat kondisi muslim dan membayangkan konsekuensi yang akan dihadapi mereka pasca tragedi ini. Mungkin anda mengatakan ‘nabi kita dihina, kita harus marah’, saya katakan, memang harus marah. Karena kalau tidak marah, maka ada yang salah dengan iman kita. Namun ekspresikan kemarahan itu dengan produktivitas, banyak caranya, tapi bukan dengan pembunuhan.

Tulisan-tulisan yang bernada membela kejahatan di Charlie Hebdo ini sangat berbahaya dan mengkhawatikan, karena niat baik saja tidak cukup jika pada faktanya merugikan Islam. Sehingga seakan membela Islam padahal sedang merobohkannya.

Dalam tulisan ini, saya mengajak seluruh muslim Indonesia di Eropa untuk menjelaskan kepada masyarakat sekitar bahwa Islam mengutuk segala bentuk kejahatan seperti ini lalu tampilkan nilai-nilai Islam. Jangan hiraukan semua artikel-artikel yang bertebaran dan bernada seolah sedang membela nabi dengan memuji tindakan ini padahal mereka sedang mengkhianati nabi dan nilai suci Islam tanpa mereka sadari.

Masyarakat eropa, walaupun mengakses media-media mainstream namun mereka mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi akan kebenaran. Maka ini kesempatan kita untuk menjelaskan lebih banyak, tentang nilai-nilai agung Qur’an yang menjunjung kasih sayang. Pertumbuhan Islam di Amerika sangat tinggi setelah 11 september, karena orang-orang menjadi penasaran dan membaca Islam, semoga ini juga terjadi pada warga Perancis. Sehingga tragedi tidak meningkatkan islamofobia, tapi menyuburkan lahan dakwah.

Sumber : Manchester, 7 Januari 2015

Muhammad Elvandi
Sarjana Dakwah Universitas Al-Azhar Cairo
Master Filsafat IESH de Paris
Master Politics University of Mancheste

8 januari 2014

Terima kasih untuk hari ini kau yang disana he  he

Tadinya takut dan khawatir ketemu dia tapi pas langsung ketemu dia di grand indonesia lantai 5 buat  seneng.  .  .

Oh ternyata itu wujudnya , pengennya sih dia jangan balik lagi ke norwegia.  .

Orangnya asik banget , sumpah

walaupun gw tau dy pinter dan sukses tapi dy rendah hati dan sederhana banget terutamaaa hemaaat banget Hahaaha

Kata dia sih gw okay tapi yah gue sih sadar  diri hahaha

Bule aja ditolak sama dia apalagi gw hahahaha paling cm becanda lol

gw cuekin dy dulu ahh beberapa  hari nanti dy nyari ga ya hahahaha

biar gw ga dibilang kegeeran hahahah

Rabu, 07 Januari 2015

sebuah surat dari ibu dan ayah (renungkan)


Anakku,
Ketika aku tua,
aku berharap kau mengerti dan sabar padaku.
Ketika aku memecahkan piring atau menjatuhkan sop dari meja karena penglihatanku berkurang.
Aku berharap kamu tidak berteiak memarahiku,
Orang yang sudah tua sangat sensitif.
Milikilah belas kasih ketika kamu harus berteriak marah.



Ketika lisanku berkurang dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan,
Aku berharap kamu tidak berteriak padaku, “Ulangi apa yang kamu katakan atau tuliskan!”
Aku minta “maaf” anakku.
Aku “menua”.



Ketika lututku melemah, aku berharap kamu sabar membantuku berdiri.
Seperti dulu aku melakukannya padamu, ketika kamu kecil,
Ketika kamu belajar bagaimana berjalan.
Mohon tahan terhadapku.


Ketika aku tetap mengulangi perkataanku mengenai ingatan-ingatanku yang salah.
Aku berharap kamu tetap mendengarkanku.
Aku mohon jangan menertawaiku atau tidak suka mendengarkanku.

Kamu ingat ketika kamu kecil dan ingin balon?
Kamu begitu bertingkah berlebihan, melakukan apapun dan menangis,
sampai kamu mendapatkan apa yang kamu mau.



Aku mohon, maafkan bauku juga.
Bauku seperti orang yang tua.
Aku mohon, jangan memaksaku dengan keras untuk mandi.
Tubuhku lemah.
Orang yang tua mudah sakit ketika mereka kedinginan.
Aku berharap aku tidak mempermalukanmu.
Ingatkah kamu ketika kamu kecil?
Aku mengejar dan menangkapmu karena kau tidak mau mandi.
Aku berharap engkau bisa sabar denganku.


Ketika aku mulai mudah ngambek dan mengomel.
Itu semua bagian dari “tua”.
Kamu akan mengerti ketika kamu semakin tua.

Dan jika kamu memiliki sisa waktu, aku berharap kita bisa berbincang-bincang walau hanya sebentar.
Aku selalu sendiri setiap waktu dan tidak memiliki satupun teman untuk berbincang-bincang.
Aku tahu kamu sibuk bekerja.
Sekalipun kamu tidak tertarik pada ceritaku,
mohon luangkanlah waktu untukku.

Ingatkah kamu ketika masih kecil?
Aku meluangkan waktu untuk mendengarkan ceritamu tentang mainan dan boneka-bonekamu?



Ketika waktu itu datang, aku sakit dan terbaring di tempat tidur.
Aku berharap kamu sabar merawatku.
Aku minta maaf, jika tiba-tiba buang air di tempat tidur atau menyusahkanmu.
Aku berharap kamu sabar merawatku sampai akhir hidupku.
Aku akan pergi dalam waktu yang tidak lama lagi.


Ketika waktu kematianku datang,
Aku berharao kamu bisa memegang tanganku
dan memberiku kekuatan untuk menghadapi “mati”.
Dan jangan cemas,
Ketika nanti aku bertemu Tuhan, aku akan berbisik pada-Nya.
Untuk memberkatimu dan merahmatimu,
Karena kamu mencintai ibu dan ayahmu
Terima kasih banyak telah mencintai ibu dan ayahmu.
Terima kasih banyak telah merawat kami,
Kami mencintaimu dengan banyak cinta….


-Ibu dan Ayah-