Senin, 12 Januari 2015

luc Besson #2 indonesien

Surat yang indah sekali dari Luc Besson, seorang sutradara Prancis dari film-film laris (Joan of Arc, Taken, Taxi, dll), untuk saudara2 muslim:

Saudaraku,

Saudaraku, andai kau tahu betapa sedihnya aku untukmu, agamamu yang indah dinodai, dipermalukan

Kekuatanmu, tenagamu, rasa persaudaraanmu, suasana hatimu luluh lantak. Ini tidak adil dan bersama-sama kita akan memperbaiki ketidakadilan ini. Jutaan dari kami masih menyayangimu dan akan membantumu. Mulailah dengan permulaan. Masyarakat seperti apa yang kami usulkan padamu?

Masyarakat berdasarkan uang, keuntungan, perbedaan, ras? Di beberapa pinggiran kota, pengangguran berusia di bawah 25 tahun mencapai 50%. Kami memecah-belah kalian berdasarkan warna kulitmu atau nama depanmu. Kami melakukan pemeriksaan patroli terhadapmu setiap sepuluh kali sehari, kami menyesakkanmu di balik gedung-gedung hunian yang kumuh, dan tidak ada yang mewakili suaramu. Siapa yang bisa bertahan hidup dan bersenang hati dalam keadaan begini? Dengan seorang anak atau hewan piaraan menjadi tanggunganmu, tanpa makanan dan tanpa belas kasih selama berbulan-bulan, membuatmu terpaksa menghabisi nyawa siapa pun itu.

Kami mengutamakan keuntungan di atas segala-galanya. Kami menebang dan menjual kayu lalu tiba-tiba kami terkejut kami sudah tidak punya buah untuk dimakan. Di situlah masalah sebenarnya, dan tugas kita semua untuk mengatasinya.

Aku memanggil para penguasa, para bos besar, para pemimpin. Bantulah masa muda ini, yang dipermalukan, dilumpuhkan, yang hanya meminta untuk menjadi bagian dari masyarakat. Perekonomian adalah untuk umat dan bukan sebaliknya. Menghasilkan sesuatu yang bermanfaat adalah keuntungan yang paling indah. Wahai para penguasa, apakah kalian punya anak? Apakah kalian menyayangi anak-anak kalian? Apa yang ingin kalian tinggalkan pada anak-anak kalian? Uang? Mengapa tidak sebuah dunia yang lebih baik? Dunia yang menjadikan anak-anak bangga terhadap orangtuanya.

Kebahagiaan tidak dapat dibangun di atas penderitaan orang lain. Bukan penderitaan kaum Nasrani, Yahudi, maupun Muslim. Adalah hal yang egois, menjadikan masyarakat dan planet kita suatu kegagalan semata. Inilah tugas yang harus kita lakukan sekarang untuk memberikan penghormatan pada mereka yang telah mati.

Dan kau, saudaraku, kau juga punya tugas. Bagaimana mengubah masyarakat yang kami usulkan padamu? Dengan bekerja, belajar, dan mengangkat sebatang pinsil ketimbang memanggul sepucuk kalashnikov. Demokrasi memberikan makna karena menawarkan padamu cara yang mulia untuk membela kehormatanmu. Ubahlah nasibmu dengan tanganmu, gapailah kekuatanmu.

Untuk membeli kalashnikov kau perlu mengeluarkan 250 Euros, namun cukup 3 Euros saja untuk membeli pena, dan tulisanmu akan memberikan pengaruh lebih besar yang seribu kali lebih kuat dampaknya.

Gapailah kekuatan dan manfaatkan aturan yang ada. Gapailah kekuatan secara adil dan demokratis, bantulah sesama saudaramu. Terorisme tidak akan pernah menang. Sejarah akan membuktikannya. Dan gambaran yang indah akan seorang syuhada akan lebih mengena. Hari ini ada seribu lagi Cabu dan Wollinski yang baru lahir. Gapailah kekuatan, dan jangan biarkan siapa pun menghalangi langkahmu. Ketahuilah dua bersaudara yang telah menumpahkan darah itu bukanlah saudaramu, dan kami semua tahu itu.

Dua bersaudara yang memiliki jiwa yang kerdil, diremehkan oleh masyarakat dan dimanfaatkan oleh pengkhotbah yang berjualan tentang keabadian ... Para pengkhotbah radikal yang mementingkan urusan mereka sendiri dan mempermainkan nasibmu tidak punya itikad yang baik. Mereka memanfaatkan agama untuk kepentingan mereka sendiri. Demi bisnis mereka sendiri, demi keuntungan sendiri. Esok, saudaraku, kita akan lebih kuat, lebih erat, lebih solid. Aku berjanji.

Tapi, hari ini, Saudaraku, aku menangis bersamamu.

Luc Besson

Tidak ada komentar: